Membuat Jam Digital Dengan Arduino Uno, RTC DS1302, dan LCD i2C!
Baik, kali ini kita akan membuat Alat Pengatur Suhu dan Kelembaban Otomatis menggunakan Arduino, sensor DHT11, LCD 16x2, dan relay.
Tapi ada baiknya jika kamu membaca postingan sebelumnya mengenai Sensor Kelembaban dan Suhu DHT11.
Alat pengatur suhu otomatis ini bisa difungsikan untuk berbagai macam kebutuhan. Kamu bisa menggunakannya untuk membuat penetas telur ayam otomatis, penghangat ruangan otomatis, pengatur suhu dan kelembaban untuk green house, dan berbagai kebutuhan lainnya yang berhubungan dengan suhu dan kelembaban.
Daftar Isi
- Cara Kerja Alat Pengatur Suhu Otomatis
- Komponen yang Dibutuhkan
- Rangkaian Arduino, DHT11, LCD dan Relay
- Program Arduino
- Pengujian Alat
- Pengembangan Alat
Cara Kerja Alat Pengatur Suhu Otomatis
Inti dari alat ini adalah membaca suhu dan kelembaban dalam ruangan, kemudian menampilkan datanya ke LCD.
Setelah mendapatkan nilai suhu dan kelembaban, Arduino dapat menentukan kondisi tertentu untuk menyalakan atau mematikan relay.
Misalnya, ketika suhu lebih dari 30 derajat Celsius, kita bisa menyalakan relay. Relay ini dapat digunakan sebagai saklar otomatis untuk menyalakan lampu pijar, kipas, AC, atau perangkat elektronik lainnya.
Perangkat yang dikendalikan relay akan menyala sampai kondisi suhu atau kelembaban kembali sesuai dengan batas yang sudah kita tentukan.
Jadi secara sederhana cara kerja alat ini adalah:
- Sensor DHT11 membaca suhu dan kelembaban.
- Arduino menerima data dari sensor.
- Data suhu dan kelembaban ditampilkan pada LCD.
- Arduino membandingkan data dengan kondisi yang sudah ditentukan.
- Relay dinyalakan atau dimatikan sesuai kondisi tersebut.
Komponen yang Dibutuhkan
Ok! Sekarang kita langsung saja. Sebelumnya, pastikan kamu sudah menyiapkan:
- 1x Arduino
- 1x LCD ukuran 16x2
- 1x Sensor Suhu DHT11 atau DHT22 / DHT21 (AM2301)
- 1x Breadboard
- 1x Potensiometer
- 1x Relay 1 Channel
- 1x Resistor 220 Ohm
- Beberapa kabel jumper
Rangkaian Arduino, DHT11, LCD dan Relay
Jika semua komponen sudah siap, silakan pasang seperti gambar di bawah ini.
Untuk koneksi LCD yang digunakan pada program ini adalah sebagai berikut:
- RS → pin 12 Arduino
- EN → pin 11 Arduino
- D4 → pin 5 Arduino
- D5 → pin 4 Arduino
- D6 → pin 3 Arduino
- D7 → pin 2 Arduino
Sensor DHT terhubung ke pin 8 Arduino, sedangkan relay menggunakan pin 9.
Program Arduino
Jika sudah dirangkai, di bawah ini programnya. Silakan disalin atau diketik ulang.
Penjelasan Program
Pada bagian awal program kita memasukkan library yang dibutuhkan, yaitu library DHT untuk membaca sensor suhu dan kelembaban serta library LiquidCrystal untuk mengontrol LCD 16x2.
Kemudian kita menentukan pin sensor DHT dan jenis sensor yang digunakan.
Pada contoh ini kita menggunakan DHT11. Jika menggunakan DHT22 atau DHT21, bagian DHTTYPE tinggal disesuaikan.
Selanjutnya kita menentukan pin LCD:
Untuk relay kita menggunakan pin 9 Arduino.
Pada fungsi loop(), Arduino membaca nilai kelembaban dan suhu dari sensor DHT.
Nilai tersebut kemudian ditampilkan pada LCD.
Bagian berikutnya digunakan untuk menentukan kapan relay harus aktif.
Artinya, jika kelembaban lebih dari 80.10%, relay akan aktif. Jika kelembaban tidak melebihi batas tersebut tetapi suhu lebih dari 30.10°C, relay juga akan aktif.
Jika kedua kondisi tersebut tidak terpenuhi, relay akan dimatikan.
Nilai batas tersebut tentu saja bisa kamu ubah sesuai kebutuhan. Misalnya jika ingin relay aktif ketika suhu lebih dari 28°C, tinggal ubah nilai 30.10 menjadi 28.
Pengujian Alat
Jika program sudah selesai, klik Upload pada Arduino IDE dan tunggu sampai proses upload selesai.
Setelah muncul tulisan Done Uploading, buka Serial Monitor dengan baud rate 9600.
Arduino akan menampilkan nilai suhu dan kelembaban yang dibaca oleh sensor DHT. Nilai yang sama juga akan ditampilkan pada LCD 16x2.
Coba berikan panas atau dekatkan tangan ke sensor DHT. Nilai suhu akan berubah dan Arduino akan menentukan apakah relay perlu diaktifkan atau tidak berdasarkan kondisi yang sudah dibuat dalam program.
Kalau kamu penasaran hasil jadinya, silakan lihat video di bawah ini:
Pengembangan Alat
Kalau sudah berhasil membuat alat ini, kamu bisa mengembangkannya menjadi berbagai macam sistem otomatis.
Misalnya:
- Penetas telur ayam otomatis.
- Penghangat ruangan otomatis.
- Kipas otomatis berdasarkan suhu.
- Pengatur suhu dan kelembaban greenhouse.
- Sistem kontrol AC otomatis.
- Monitoring suhu dan kelembaban berbasis IoT.
Jadi sebenarnya konsepnya sederhana. Sensor DHT membaca kondisi lingkungan, Arduino mengolah datanya, LCD menampilkan informasi, dan relay digunakan untuk mengendalikan perangkat.
Selamat mencoba!

kalau arduino di power off, kok waktunya reset ya?